Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

Al-Imran

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 48

Maryam berkata: 'Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-laki pun.' Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): 'Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: 'Jadilah', lalu jadilah dia.

Detail I'rāb Surat Ali Imran ayat 48



Kata

Jenis Kata

I'rab (Kedudukan)

Penjelasan

وَ

Huruf 'Athaf

Haraf 'Athf

Menghubungkan kalimat ini dengan sifat-sifat Isa yang disebutkan sebelumnya (ayat 46).

يُعَلِّمُهُ

Fi'il Mudhāri' + Dhamir

يُعَلِّمُ adalah Fi'il Mudhāri' (Marfu'). Fa'il (Pelaku) adalah dhamir mustatir takdirnya Huwa (kembali kepada Allah). هُ adalah Maf'ulun Bih pertama (kembali kepada Isa).

الْكِتَابَ

Isim

Manshub (Kedudukan Nashab)

Maf'ulun Bih kedua bagi يُعَلِّمُ (karena yu'allimu men-nashab-kan dua maf'ul).

وَ

Huruf 'Athaf

Haraf 'Athf

Menghubungkan الْحِكْمَةَ dengan الْكِتَابَ.

الْحِكْمَةَ

Isim

Manshub (Kedudukan Nashab)

Di-'athf-kan kepada الْكِتَابَ.

وَ

Huruf 'Athaf

Haraf 'Athf

Menghubungkan التَّوْرَاةَ dengan الْكِتَابَ.

التَّوْرَاةَ

Isim

Manshub (Kedudukan Nashab)

Di-'athf-kan kepada الْكِتَابَ.

وَ

Huruf 'Athaf

Haraf 'Athf

Menghubungkan الْإِنجِيلَ dengan الْكِتَابَ.

الْإِنجِيلَ

Isim

Manshub (Kedudukan Nashab)

Di-'athf-kan kepada الْكِتَابَ.


📝 Catatan Penting Mengenai I'rab:

  1. Fi'il Transitif Ganda: Fi'il يُعَلِّمُ (mengajarkan) adalah fi'il muta'addi (transitif) yang secara umum men-nashab-kan dua maf'ul (objek).

    • Objek Pertama (Murid): هُ (Isa AS)

    • Objek Kedua (Materi): الْكِتَابَ (Kitab Suci).

  2. 'Athf (Penyambungan): Kata-kata selanjutnya (الْحِكْمَةَالتَّوْرَاةَالْإِنجِيلَ) semuanya di-'athf (dihubungkan) kepada الْكِتَابَ dan mengikuti kedudukan nashab-nya. Ini menunjukkan bahwa Isa AS dianugerahi pengetahuan tentang Kitab Suci secara umum, hikmah (pemahaman mendalam), dan dua wahyu spesifik (Taurat dan Injil).